The Politically Incorrect Guide to Islam and the CrusadesBenarkah karir kenabian Muhammad sepenuhnya ditandai oleh darah dan peperangan, sehingga kitab suci yang diwariskan nabi Islam bagi dunia – Al-Quran – berisi pesan-pesan kekerasan dan kekejaman?

Berikut kami memuat Resensi Buku berjudul “Penjelasan Sebenarnya Tentang Islam”. Dikarang: Robert Spencer. Panjang: 113 halaman. Buku dalam format digital dapat dibaca pada tautan ini. Kiranya saudara pembaca mengetahui bahwa penulis resensi buku ini tidak mengiakan setiap kalimat yang terdapat di dalamnya. Namun ia yakin ada manfaat besar dari membaca buku ini, walau mungkin ada beberapa hal yang kurang disetujui oleh penganut agama Islam.

Pengantar Buku

Perang salib telah menjadi dosa yang mendasar, bukan hanya bagi Gereja Katolik tapi juga bagi dunia Barat pada umumnya. Peperangan itu merupakan perwujudan utama bagi kasus-kasus perselisihan antara dunia Muslim dan Barat. Peradaban Kristen akhirnya menjadi tanggung jawab Barat, yang memancing, mengeksploitasi dan membuat brutal para Muslim sejak pejuang Frankish pertama memasuki Yerusalem.

Buku ini didedikasikan bagi Islam dan setengahnya lagi bagi Perang Salib. Dalam prosesnya akan menjelaskan sebagian kabut mis-informasi yang mengelilingi Islam dan Perang Salib saat ini. Untuk mengerti Perang salib dengan benar dan gema istimewa yang dihasilkannya dalam konflik global saat ini dengan teroris jihad Islam, kita harus mulai dengan sebuah survey akan seorang nabi dari Arab dan agama yang dibawanya.

Tinjauan Buku

Mengapa kehidupan Muhammad, nabi umat Islam, jadi penting saat ini? Kehidupan dan perkataan dari para pendiri setiap agama tetap menjadi pusat utama dari sebuah agama. Tidak jadi masalah di-abad berapa jaman dahulu mereka hidup.

Demikian halnya dengan Muhamamd. Para pengikut Muhammad membaca perkataannya dan meniru perbuatan-perbuatannya, yang mengarah pada pengungkapan iman yang jelas sangat berbeda dari Kristen. Perbedaannya dimulai dengan Muhammad. Saat ini ketika begitu banyak perkataan dan perbuatan Muhammad dipakai untuk membenarkan tindakan-tindakan kekerasan dan pertumpahan darah, adalah penting untuk terbiasa dengan figur sentral ini.

Latar-belakang Nabi Islam Sebagai Pejuang

Muhammad telah berpengalaman sebagai pejuang perang sebelum dia mengambil peran nabi. Dia ikut dalam dua perang lokal antara sukunya Quraish melawan rival tetangganya Banu Hawazin.

Muhammad juga mengajar para pengikutnya untuk bertempur bagi agama barunya. Dia berkata, Tuhan mereka – Allah – memerintahkan mereka untuk angkat senjata. Dan mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa dalam Al-Quran terdapat cukup banyak ayat-ayat yang bernada perang. Diantaranya, “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu . . . . ” (Qs 9:123).

Dalam peperangan yang dilakoninya, dikisahkan Muhammad tidak hanya membunuh para musuh-musuhnya. Dia juga menjarah barang-barang mereka dan menjadi milik Muhammad seorang sebagaimana tertulis dalam Al-Quran, Allah memperingatkan para muslim agar jangan menganggap harta rampasan yang dimenangkan dalam perang Badar adalah milik seseorang kecuali Muhammad: “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul . . . " (Qs 8:1).

Selain menyikapi tentang perang yang dilakukan Muhammad, buku “Penjelasan Sebenarnya Tentang Islam” ini juga menjabarkan tentang ajaran-ajaran Muhammad.  Misalnya: Naik haji awalnya merupakan kebiasaan kaum Pagan. Dan Muhammad menjadikannya salah satu rukun Islam yang harus diimani.

Kesimpulan

Beberapa orang akan berkata bahwa Jihad hanya untuk membela diri. Ini tidak benar! Islam berpandangan, jika para kafir mengijinkan mereka untuk menyebarkan Islam secara damai, maka tidak akan ada perang jihad. Dengan kata lain, jika sebuah negara dirasa menghalang-halangi penyebaran Islam, para Muslim berkewajiban untuk memeranginya.

Ini tentu saja menjadi sebuah konflik pembelaan diri, karena penghalang-penghalang tersebut muncul terlebih dulu. Ini adalah penggambaran lain mengenai betapa elastis dan sangat tak berartinya konsep jihad pembelaan diri itu.

Selain itu, status martir dalam Islam adalah status paling tinggi. Jadi, bagaimana bisa jihad direndahkan menjadi serendah itu?

Lima Pertanyaan yang Pantas Digumuli Pembaca

  1. Bagaimana awal mula Muhammad menyebarkan agama barunya?
  2. Benarkah Islam adalah agama damai dan toleran?
  3. Darimanakah asal usul ajaran Muhammad tentang Haji?
  4. Apakah prinsip moral Islam yang paling utama?
  5. Sebutkanlah bagaimana gambaran surga menurut agama Islam!